Panel 1

Maecenas placerat lacus sed lectus. Quisque lorem tortor, gravida sit amet, ornare a, interdum id, urna. Suspendisse massa est, dictum eu, vestibulum et, ultricies id, dolor. Vivamus turpis est, auctor et, imperdiet tincidunt, sodales vel, nisl. In hac habitasse platea dictumst. Nunc ligula. Integer tincidunt nibh eget lacus. Proin porta sem ac turpis. Mauris iaculis enim id neque.

Read more...

Panel 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Vivamus porta tortor sed metus. Nam pretium. Sed tempor. Integer ullamcorper, odio quis porttitor sagittis, nisl erat tincidunt massa, eu eleifend eros nibh sollicitudin est. Nulla dignissim. Mauris sollicitudin, arcu id sagittis placerat, tellus mauris egestas felis, eget interdum mi nibh vel lorem.

Read more...

Panel 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Vivamus porta tortor sed metus. Nam pretium. Sed tempor. Integer ullamcorper, odio quis porttitor sagittis, nisl erat tincidunt massa, eu eleifend eros nibh sollicitudin est.

Read more...

Panel 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Vivamus porta tortor sed metus. Nam pretium. Sed tempor. Integer ullamcorper, odio quis porttitor sagittis, nisl erat tincidunt massa, eu eleifend eros nibh sollicitudin est. Nulla dignissim. Mauris sollicitudin, arcu id sagittis placerat.

Read more...

Panel 5

Vestibulum purus. Duis nec odio. Praesent sed nulla ac nibh luctus bibendum. Pellentesque fringilla, leo et rhoncus porta, turpis nulla sollicitudin ligula, et varius ipsum lectus eget ligula. Donec diam.

Read more...

Rabu, 21 Januari 2009

menfrenpe2.jpg hosted at ImageShack.us

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

QuickPost Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

Leia Mais…

It's me, here and there

So, Hi...

This is the first time for me to fill in my first blank page blog, and actually, poor me, just dunno anything about how to write, this is my first time to write.

So, here I am, confused, feeling stupid to face my notebook and have nothing to do, so I just followed the instruction given by my senior in my medicine faculty of Airlangga University, Motik I call her everytime I meet her, just as any usual, haghag.

So, here again and again, nice to meet you all, thought it is only through cyber world like this, the big anonymous blue cyber world.

At this very time, I still don't know something good to be put into. just waiting and please be waiting too for my next post.

see yeah!!!
Prampock

Leia Mais…

Pengaruh Penggunaan Boraks Pada Makanan Terhadap Kualitas Kesehatan Manusia

Boraks, atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai Sodium tetraborate decahydrate (Hartung, Drs. R., Et al., 2006), merupakan bahan pengawet yang dikenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih. Boraks tidak memiliki bau jika dihirup menggunakan indera pencium serta tidak larut dalam alkohol. Indeks keasaman dari boraks diuji dengan kertas lakmus adalah 9,5 , menunjukkan tingkat keasaman yang cukup tinggi. (SMK PI-M, 2008)

Dari penjelasan karakteristik sifat fisik dan kimia dari boraks yang telah diketahui, sangat tidak mungkin boraks digunakan untuk kepentingan manusia, terutama pada dampaknya dalam kesehatan manusia. Ironisnya boraks telah menjadi kebiasaan umum yang menyebar luas di Indonesia sebagai komponen utama dalam makanan. Masalahnya adalah para produsen makanan telah menganggap boraks ini sebagai bahan bantu pengawet makanan yang murah (Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, 2008). Efek boraks yang diberikan pada makanan dapat memperbaiki struktur dan tekstur makanan. Seperti contohnya bila boraks diberikan pada bakso, akan membuat bakso tersebut sangat kenyal dan tahan lama, sedangkan pada kerupuk yang mengandung boraks jika digoreng akan mengembang dan empuk serta memiliki tekstur yang bagus dan renyah. Penggunaan boraks juga telah umum diberikan pada mi basah, lontong, ketupat, dan kecap yang biasa digunakan di kalangan masyarakat pada umumnya (SMK PI-M, 2008). Parahnya, makanan yang telah diberi boraks dengan yang tidak atau masih alami sangat sulit dibedakan, tidak bisa dibedakan hanya dengan panca indera biasa, namun harus dilakukan uji khusus boraks di laboratorium. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2002)

Efek negatif dari penggunaan boraks dalam pemanfaatannya yang salah pada kehidupan dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia. Boraks memiliki efek racun yang berbahaya pada sistem metabolisme manusia sebagaimana halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia. (Portal Nasional Republik Indonesia, 2006)

Mekanisme toksifikasi dari boraks telah diketahui berbeda dari mekanisme racum formalin pada makanan yang bila dikonsumsi akan memberikan efek langsung pada kesehatan manusia, namun boraks memiliki sifat perusak kesehatan yang berbeda. Boraks dikonsumi manusia, kemudian substansinya diserap oleh usus, untuk lebih lanjut disimpan terus menerus secara kumulatif dalam hati, otak, ginjal, atau bahkan testis, hingga akhirnya dosis toksin dari boraks semakin tinggi dalam tubuh (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2002). Pada dosis normal di bawah batas ambang maksimal, efek negatif toksisitas boraks pada manusia masih dapat ditoleransi seperti nafsu makan yang menurun, gangguan sistem pencernaan, gangguan pernafasan gangguan sistem saraf pusat ringan seperti halnya mudah bingung, anemia, serta kerontokan pada rambut. Namun bila dosis toksin telah mencapai atau bahkan melebihi batas maksimal maka akan mengakibatkan dampak yang fatal, mulai dari muntah-muntah, diare, sesak nafas (Garabrant, D. H., Et al., 1985), kram perut dan nyeri perut bagian atas (epigastrik), mual, lemas, pendarahan gastroentritis disertai muntah darah serta sakit kepala yang hebat. (Portal Nasional Republik Indonesia, 2006)

Bagi bayi dan anak kecil jika dosis toksin boraks dalam tubuh mencapai lebih dari 5 gram akan menyebabkan kematian. Pada orang dewasa jika mencapai 10-20 gram atau bahkan lebih akan berujung pada kematian pula. (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2002)

Boraks sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, apalagi sifat toksifikasinya tidak seberapa berpengaruh dan terlihat di awal pemakaian konsumsi makanan, namun seiring dengan berjalannya waktu jika penggunaan boraks untuk pengkonsumsian makanan ini diteruskan dan dibiasakan maka racun itu akan menumpuk terus dan berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia (Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2002). Untuk itu sebaiknya diperkuat lagi kerja sama antara pemerintah, produsen, dan konsumen untuk menghilangkan semua penggunaan boraks sebagai bahan tambahan dan pengawet makanan. Pemerintah harus lebih tegas dalam melarang beredarnya makanan yang tidak layak konsumsi, produsen seharusnya lebih mengerti akan bahaya dan kerugian dari pemakaian bahan pengawet buatan, dan konsumen semestinya lebih hati-hati memilih bahan makanan yang lebih layak dan aman untuk mereka konsumsi ke depannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembentukan manusia Indonesia yang sehat.

prampock

Leia Mais…